Pages

Sunday, 30 October 2016

Cerita Rakyat Bangka Belitung "Si Penyumpit"



Si Penyumpit 


Alkisah ,pada zaman dahulu kala, di sebuah daerah di Pulau Bangka,hiduplah
seorang pemuda yang sangat mahir menyumpit binatang buruan. Sumpitnya selalu mengenai sasaran.Oleh karenanya,masyarakat memanggilnya si Penyumpit.Selain mahir menyumpit ,ia juga pandai mengobati berbagai macam penyakit. Bakat menyumpit dan mengobati tersebut ia perloeh dari mendiang ayahnya .
Pada suatu hari.Pak Raje,kepala desa kampong itu, meminta si penyumpit untuk mengusir kawanan babi hutan yang telah merusak tanaman padinya yang sedang berbuah,dengan dalih bahwa orang tua si penyumpit sewaktu masih hidup pernah berhutang kepadanya.Oleh karena itu si penyumpit rela bekerja pada pak Raje.
Keesokan harinya,berangkatlah si penyumpit ke lading pak Raje untuk melakukan tugas.Sesampainya di lading ,ia membakar kemenyan untuk memohon kepada Dewa-Dewa dan Mentemau(Dewa Babi),agar kawanan babi tersebut tidak merusak tanaman padi pak Raje.Si penyumpit kemudian melakukan ronda dengan memantau seluruh sudut lading hingga larut malam.Sudah tiga malam si penyumpit meronda namun belum terlihat tanda-tanda yang mencurigakan.Meskipun situasi aman,si penyumpit terus berjaga-jaga.
 Ketika memasuki malam ketujuh, dari kejauhan tampak oleh penyumpit tujuh kawanan Babi hutan sedang beriring-iringan hendak memasuki lading. Satu persatu babi hutan itu melompati pagar batu yang telah dibuat oleh pak Raje.Mengetahui hal itu,si Penyumpit segera bersembunyi di balik sebuah pohon besar dengan sumpit ditangan yang siap untuk digunakan.Ketika kawanan babi tersebut mulai mengobrak-abrik tanaman padi yang tak jauh dari pohon tempat ia bersembunyi,dengan hati-hari pemuda itu mengangkat sumpitnya,lalu disumpitkannya kea rah babi yang paling dekat dengannya.Sumpitannya berhasil mengenai sisi sebelah kiri perut babi itu.Sesaat kemudian ,kawanan babi itu tiba-tiba menghilang bersama dengan anak sumpitnya.Melihat peristiwa aneh itu,si Penyumpit menjadi penasaran
Keesokan harinya,si Penyumpit menyusuri ceceran darah hingga ke tengah hutan.Sesampainya di tengah hutan,ia menemukan sebuah gua yang disekelilingnya ditumbuhi semak belukar.Dengan hati-hati,pemuda itu memasuki gua tersebut. Sesampainya di dalam ,ia sangat terkejut,karena ia melihat seorang putrid yang tergeletak di atas pembaringan yang dikelilingi oleh wanita-wanita cantik.Salah seorang dari wanita tersebut adalah ibu dari sang Putri.
“Hai,anak muda!Engkau siapa?”Tanya ibu sang putri.
“Saya si Penyumput,”jawab si pemuda dengan ramah.
“Ada perlu apa engkau kesini?”Tanya ibu sang putrid dengan nada menyelidik.
“Saya sedang mencari anak sumpit saya yang hilang berseama dengan seekor babi hutan,”jawabnya.
“Benda yang engkau cari itu ada pada putriku,”kata ibu sang putri.
“Bagaimana bisa anak sumpit saya ada pada putrid Bibi?”Tanya si penyumpit heran.
“Ketahuilah anak muda!Babi yang engkau sumpit itu adalah penjelmaan putriku,”jelas ibu sang putri.
Si Penyumpit sangat kaget mendengar penjelasan ibu sang putri.
“Jadi…,kalian adalah babi jadia-jadian ?”Tanya si penyumpit dengan heram. “Benar,anak muda,”jawab ibu sang putri.

“Kalau begitu,saya minta maaf,karena tidak mengetahui hal itu,”kata si penyumpit dengan rasa menyesal.
“Sudahlah,anak muda.Lupakan saja semua kejadian itu,yang terpenting sekarang adalah bagaimana melepaskan benda ini dari perut putriku,”kata ibu sang putri. “Baiklah.Saya akan melepaskan anak sumpit itu dan mengobati luka putrid bibi.Namun sebelum itu tolong carikan beberapa helai daun keremunting dan tumbuklah hingga halus.”pinta si Penyumpit.Untuk memenuhi permintaan itu,ibu sang putrid segera memerintahkan beberapa dayangnya untuk mencarikan daun kemerunting yang banyak terdapat disekitar mereka.Tak berapa lama,dayang-dayang,tersebut sudah kembali dengan membawa daun yang dimaksud.Setelah yang diperlukan disiapkan,si penyumpit mendekati gadis cantik yang sedang terbaring lemas itu,lalu membuka selimut yang menutupi tubuhnya.Tampaklah sebuah benda runcing yang mencancap di perut sang putrid,yang tidak lain adalah mata sumpit miliknya.Sambil mulutnya komat-kamit membaca mantra,si penyumpit mencabut mata sumpit itu dengan perlahan-lahan.Setelah mata sumpit terlepas,bekas luka tersebut kemudian ditutupinya dengan daun keremunting yang sudah dihaluskan untuk menahan cucuran darah yang keluar.Beberapa saat kemudian,luka sang putrid sembuh dan tidak meninggalkan bekas luka sedikitpun.
“Sekarang putrid Bibi sudah sembuh.Izinkanlah saya mohon diri,”pamit pemuda itu dengan sopan.
“Baiklah,anak muda!ini ada oleh-oleh sebagai ucapan terima kasih kami,karena engkau telah menyembuhkan putriku.
Bungkusan ini berisi kunyit,buah nyatoh, daun simpur,dan buah jering.Tapi bungkusan ini jangan dibuka sebelum engkau sampai dirumah,”pesan ibu sang putrid.
“Baik,Bi!”jawab pemuda itu,lalu pergi meninggalkan gua.Setibanya dirumah,si penyumpit segera membuka bungkusan tersebut.Alangkah terkejutnya ia,karena isi bungkusan itu tidak seperti yang disebutkan ibu sang putri,melainkan berisi perhiasan berupa emas,berlian dan intan permata
“Waw….berharga sekali benda ini!”Tanya si Penyumpit dengan rasa kagum.
“Dengan benda ini,aku akan menjadi kaya-raya,”gumamnya dengan perasaan gembira.
Keesokan harinya ,si Penyumpit pergi menjual seluruh benda berharga itu kepada seorang saudagar kaya di kampong itu.Hasil penjualannya ia gunakan untuk membeli lading yang luas,rumah mewah,dan melunasi seluruh hutang ayahnya kepada pak Raje.
Sejak itu,tersiarlah kabar bahsa si Penyumpit telah menjadi kaya –raya .Berita itu juga didengar oleh pak Raje.Ia pun berniat untuk mengikuti jejak si Penyumpit Suatu hari,Pak raje meminjam sumpit pemuda itu dan kemudian pergi berburu babi hutan di lading miliknya.dalam perburuannya,ia berhasil menyumpit seekor babi.Setelah itu ia juga mengikuti jejak dan menemukan babi hutan itu,yang ternyata penjelmaan sang putri.Pak Raje berusaha menyembuhkan luka yang diderita oleh sang putri,namun tidak berhasil karena ia tidak memiliki keahlian mengobati penyakit .Akhirnya ia diserang berpuluh-puluh babi hutan.Dengan tubuh yang penuh luka-luka,ia berjalan sempoyongan pulang kerumahnya.Sesampainya di rumah,pak Raje langsung tergeletak tak sadarkan diri,karena tidak tahan lagi menahan rasa sakit. Putri sulung pak Raje segera menyampaikan nasib malang yang menimpa ayahnya itu kepada si Penyumpit. Mendengar kabar itu,si Penyumpit langsung ke rumah pak Raje untuk menolongnya.Si Penyumpit kemudian mengobati pak Raje dengan tujuh helai daun.
Setelah itu ia membakar kemenyan,lalu menyebut satu persatu anggota tubuh pak Raje,seperti tangan ,kaki,kepala,dan lain-lain.Terakhir,ia menyebut nama Pak Raje. Ketika asap kemenyan itu mengepul,si Penyumpit kemudian membaca mantera. Tak lama kemudian, tampak jari tangan Pak Raje bergerak-gerak.Dengan pelan-pelan ia mengusap-suap matanya hingga tiga kali.Akhirnya,pak Raje sadarkan diri dan sembur dari penyakitnya.
Setelah itu pak Raje Insaf dan mengakui semua kesalahannya kepada si Penyumpit.
“Terima kasih,penyumpit!Kamu telah menyembuhkan penyakitku.Aku minta maaf karena telah memaksamu menjaga ladangku.Untuk menebus kesalahanku ini,aku akan menikahkanmu dengan putri bungsuku,Setelah itu,aku akan mengangkatmu menjadi Kepala Desa untuk menggantikanku. Bersediakah kamu menerima tawaranku ini,wahai Penyumpit?” Tanya pak Raje.
“Terima kasih,pak Raje!Dengan senang hati,saya bersedia,” jawab si Penyumpit.
“Baiklah kalau begitu. Berita gembira ini akan segera aku sampaikan kepada  seluruh warga kampung ini,” kata pak Raje.
Satu minggu kemudian,pernikahan si Penyumpit dengan putri bungsu pak raje dilangsungkan dengan meriah.Berbagai macam seni pertunjukkan ditampilkan dalam acara tersebut.Pak Raje bersama keluarganya beserta seluruh warga desa turut bergembira atas pernikahan itu.Di akhir acara,pak Raje menyerahkan jabatannya sebagai kepala desa kepada menantunya yang baik hati itu.
Sepasang insan yang baru menjadi suami istri itu hidup berbahagia.Warganya pun hidup tentram dan damai dibawah perintah Kepala Desa yang baru,si Penyumpit.


sumber: http://kennyericksdongengbangkabelitung.blogspot.co.id/

No comments:
Write komentar
Recommended Posts × +